Author Archives: antarjihad

Akhir Teriris

Kau datang lukiskan pelangi dalam hariku
Malamku kau hias dengan senyum terindah

Seiring berlarinya waktu
Rasamu tlah membatu

Tusukan kata-kata tepat di jantung hati
Ubah cinta menjadi benci
Bisingkan telingaku dengan alasan palsu
Dan tak akan pernah ku dengar
Abaikan rasa penuh caci dan maki
Omong kosongmu tikam relung hati

Biarkan ku sendiri

Dusta kau jadikan tentara
Tuk lindungi busuknya realita
Begitu manis semua semula
Begitu sadis akhir teriris

Ayo Intip Website Baru Gua !

Akhirnya, setelah kurang lebih 1 bulan gua membuat website untuk tugas Web Programming, kini website tersebut sudah jadi, dan bisa di akses (seneng banget gua, hehe).

Pembuatan website ini terbilang “lama”, karena bagi para Master untuk membuat website melalui AURACMS itu gak perlu makan waktu hampir sebulan. Sadar, gua masih Newbie abiss (Woo! timpukin pake botol Aqua). Website ini tercipta atas pemanfaatan aplikasi-aplikasi pendukung Php, seperti : XAMPP-WIN32-1.7.3 dan Auracms 2.2.2

Gua ngerjain web ini disegala kondisi. Di kamar sambil makan, di depan tipi sambil nonton Spongebob, di toilet sambil … *disensor*. Waktu demi waktu berlalu, imajinasi demi imajinasi berganti, jari demi jari bertukar posisi.

Guru gua memberikan beberapa pilihan untuk tema yang akan diusung oleh setiap siswa, yaitu : Virus, Global Warming, Jaringan, dan Go Green. Gua sendiri memilih tema Global Warming, karena untuk mengingatkan sudah betapa panasnya suhu di Bumi ini, dan apa bila kepanansan suhu ini terjadi berangsur-angsur selama beberapa tahun kedepan, mungkin bumi kita ini akan tenggelam oleh air laut yang semakin waktu semakin bertambah volumnya. Untuk mengenal lebih jelas tentang Global Warming, silahkan lihat di website baru gua.

Untuk tampilannya sendiri sudah mengalami beberapa kali perubahan design. Bisa dilihat langsung dibawah :

Ini design pertama ;

waktu gua kesurupan kuntilanak

Design kedua ;

waktu gua kesurupan gendruwo

Design akhir ;

waktu abis di cium cewek

Dan, design akhir-lah yang gua pakai untuk website baru gua ini. Oiya, untuk lebih jelas mengenai apa itu Global Warming, bisa langsung di baca disini  http://stopover.net84.net

Catatan : Maaf sebelumnya, website baru gua ini tampilannya akan lebih indah jika dibuka melalui Laptop, karena masih ada sedikit kesalahan teknis, dan gua akan segera memperbaikinya. Bila dibuka melalui PC, website ini akan tampak terbelah-belah, dengan kata lain Cacad. Mohon maklum, hehe.

Enjoy ! :)

Ketekku Bukan Untukmu

Beberapa hari yang lalu gua sempat merasakan hinaan-hinaan lembut dari temen-temen gua (meskipun lembut tapi tetap menusuk). Memang salah gua yang masih mempertahankan sesuatu yang “salah”. Meskipun salah tapi gua masih bisa menikmatinya.

Gua punya aib yang sesuatu banget, alhamdulillah yah. Yang sebisa mungkin gua sembunyiin dari temen-temen gua, terutama yang cewek.  Dan, akhirnya kebongkar. Gua coba bersabar menah malu, ya karena yang gua punya tidak sebanding dengan punya temen-temen gua, jadi mereka aneh ketika melihat apa yang gua punya.

Kepunyaan gua ini berada tepat pada himpitan tulang berselimut daging. Ya Benar! Jawabannya adalah ketek, lebih tepatnya ketek yang rimbun akan bulu-bulu halus. Pernah ada gembel tersesat dalam ketek gua, karena saking lebat bulu-bulunya. Tanpa gua sadari waktu itu bulu diketek gua bener-bener lebat, hampir bisa di kepang.

Jadi gini, awal mula semak-semak ini ketahuan sama temen-temen gua: Waktu itu hari Kamis, jam pelajaran pertama kelas gua adalah olahraga. Ya olahraga, dimana semua siswa laki-lakinya akan dapat saling memandang tubuh satu sama lain, karena ganti baju dikelas jama’ah (yang cewek ganti di kamar mandi).

Pada saat gua buka baju, tanpa disengaja ada salah satu temen gua yang melihat pergelangan ketek gua. Tanpa pikir panjang dan gak peduli gua akan dipermalukan sekelas, dia bilang “Buset ta, ketek lu rame banget, benang gelasan siapa lu umpetin disitu?”, gua langsung down  -.-” Gua gak mau mati gaya, gua jawab “Ini bukan benang gelasan, tapi ini pohon bakau!” gua mencoba selamatkan diri. Dia balik jawab “kemarin hujan deres, longsong gak tuh ta?!” Gua tutup muka pake tong sampah.

Gak mau hal memalukan itu terulang untuk kedua kalinya, besoknya gua babat ketek gua. Bulunya maksud gua. Hanya bermodalkan gunting tajam, gua mencoba mempercantik ketek gua yang sudah tidak cantik ini. Dengan sedikit sentuhan dahsyat maka jadilah… . Gua ambil kaca. Kaca gua ambil. Kaca gua hadapkan tepat depan ketek. Ketek gua suruh memandang kaca, ketek bilang “gua gak punya mata, bego0 !”.

Dan,.. Jeng jeng! Jadilah ketek seperti hutan gundul penuh sampah. Ternyata bulunya gak kebabat semua, tersisa beberapa senti. Dan rasanya begitu tajam menusuk-nusuk. Mungkin kalau gua motong pake pemotong jenggot, hasilnya akan lebih cantik. Karena gua motongnya pake gunting kertas, jadi hasilnya tajam, setajam Silet!

Tapi alhamdulillah, sekarang ketek gua lebih enteng, lebih fleksibel, dan lebih gampang dibawa kemana-mana walaupun rasanya tajam. Gua gak perlu ngeluarin tipu muslihat gua lagi  untuk nyembunyiin ketek ini dari hadapan orang-orang. Dan, gua rasa ketek ini siap tempur. Mungkin bisa membocorkan kepala seseorang kelak *sambil ngasah ketek*

*Demi keselamatan banyak pihak, gua gak akan tampilin foto ketek indah ini*

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.